Isaac Newton - Tokoh Biografi Jenius yang Eksentrik

Banyak yang mengenal
Newton sebagai tokoh biografi jenius dan masuk dalam jajaran orang paling
berpengaruh di jagat ini. Penemuannya mengubah cara pandang dunia tentang ilmu
pengetahuan dan peradaban. Tak heran jika Newton menduduki peringkat atas dalam
jajaran 100 tokoh biografi paling oleh Michael H. Hart. Akan tetapi, Tak banyak orang yang tahu betapa eksentriknya dia. Itulah yang
menyebabkan Newton kerap kali terkena masalah dalam kehidupan sosialnya.Saat
itu, tokoh biografi jenius ini terlahir sebagai seorang yatim.
Bapaknya meninggal 3 bulan sebelum ia
dilahirkan sehingga kehidupan keluarga Newton sangat berat. Apalagi, waktu itu
Perang Saudara masih berkecamuk di Inggris. Newton menunjukkan kecakapan sejak
masih kecil. Sayangnya, meskipun cakap, tokoh biografi jenius ini ogah—ogahan
bersekolah. Itulah yang menyebabkan ibunya menyuruh Newton keluar dari sekolah.
Newton juga sering sakit, merasa dtinggalkan oleh orang tuanya ketika ibunya
menikah lagi dan meninggalkannya bersama neneknya, suka bertengkar, tidak bisa
bergaul, perjaka sampai akhir hidupnya. Namun, Isaac Newton mungkin jenius
ilmiah terbesar yang pernah hidup.
Eksperimen Berbahaya Newton
Newton,
sang tokoh biografi jeniu sini sangat senang mempelajari cahaya. Rasa ingin
tahunya telah membimbingnya melakukan eksperimen berbahaya, seperti mengamati
matahari melalui sebuah cermin. Tokoh biografi ini berkata, “Dalam beberapa
jam, mata saya akan kesulitan melihat benda terang. Padahal, saya mengamati
matahari tidak begitu lama. Namun, hal itu membuat saya tidak bisa menulis atau
membaca. Akhirnya, untuk untuk memulihkan pengelihtan, saya mengunci di dalam
kamar yang digelapkan selama 3 hari beturut—turut. Di dalam kegelapan, saya
melakukan apapun untuk mengalihkan perhatian saya dari matahari. Jika mulai
memikirkan matahari, saya langsung dapat melihat gambarannya meskipun berada
dalam kegelapan”.
Newton Menemukan Principia
Ketika
pertengahan umur 40, seorang pelayannya menceritakan keadaan tokoh bigarfi ini
yang menedihkan. Sang pelayan berkata, “Saya tidak pernah melihatnya melakukan
rekreasi atau menikmati waktu luang dengan menghirup udara segar atau sekedar
jalan—jalan. Dia hampir tidak melakukan apapun, kecuali di kamar kerjanya”.
Namun
tokoh biografi ini berhasil menemukan tentang inersia, yaitu kecenderungan
suatu benda untuk bergerak menurut garis
lurus jika tidak ada yang mengusiknya.
Menjelang akhir hidupnya, tokoh biografi ini tinggal
bersama kemenakn perempuan beserta suaminya di Canbury Park, tidak jauh dari
Winchester. Pada tanggal 31 Maret 1727, Isaac Newton wafat dalam tidurnya di
London dan kikuburkan di Westminster Abbey.
Tokoh
biografi jenius ini adalah seorang yang tetap melajang dansudah membagikan
harta warisannya kepada keluarganya pada akhir hayatnya sehingga ia tidak meninggalkan
warisan pada saat wafat. Setelah meninggal tubuh Isaac Newton diketahui
mengandung beberapa raksa besar. Hal ini akibat dari studi ilmiahnya.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar