Selasa, 14 Mei 2013

Inilah desa terdingin didunia,bisa sampai -71,2 derajat

Sejauh mata memandang, segalanya nyaris putih. Salju dan es menutupi permukaan apapun, tanah, jalanan, tiang listrik, pucuk pohon, rumah-rumah, hingga wajah, dan janggut lebat penduduknya. Suhu rata-rata di bulan Januari adalah -50 derajat Celcius. Maka tak heran, Oymyakon dijuluki sebagai desa paling dingin di muka bumi. Wilayah paling membekukan yang dihuni manusia secara permanen. Dikenal dengan julukan "Kutub Dingin", temperatur terdingin yang pernah dicatat di Oymyakon adalah -71,2 derajat Celcius. Ekstrem! Suhu tersebut adalah yang terendah yang pernah dicatat di sebuah lokasi pemukiman di bumi. Juga yang terdingin yang pernah terjadi di belahan bumi Utara. Ironisnya, Oymyakon dalam bahasa setempat berarti "air yang tak bisa membeku", karena keberadaan sumber air panas di sana.

Seperti dimuat Daily Mail, (23/1/2013), sejarah mencatat, Oymyakon yang kini dihuni 500 orang, pada tahun 1920 hingga 1930-an adalah tempat singgah para penggembala rusa yang berniat memberi ternaknya minum dari mata air panas yang ada di sana. Namun, pemerintah Uni Soviet kala itu punya program untuk mengubah pola hidup nomaden penduduknya menjadi bertempat tinggal agar lebih mudah mengontrolnya. Maka Oymyakon dijadikan desa. Kehidupan Sederhana Kebanyakan rumah di Oymyakon masih mengandalkan batubara dan kayu, untuk dibakar dan menghangatkan tubuh mereka. Mereka masih sedikit memanfaatkan kemajuan teknologi modern. Tak ada tumbuhan yang bisa hidup di sana, jadi masyarakat sehari-hari makan daging rusa atau kuda. Hanya ada satu toko yang menjual kebutuhan sehari- hari warga yang kebanyakan bekerja sebagai penggembala rusa, pemburu, dan pemancing es.

Dokter menyebut, meski jarang makan sayur dan buah, penduduk di sana tak kekurangan gizi. Susu sapi yang mereka konsumsi kaya akan mikronutrien. Masyarakat sudah terbiasa dengan cuaca membeku itu. Satu-satunya sekolah yang ada di sana hanya akan ditutup jika temperatur sampai -52 derajat Celcius. Desa itu berada sekitar 750 meter di atas permukaan air laut, yang berarti durasi dalam sehari bervariasi, tiga jam di musim dingin bulan Desember hingga 21 jam di musim panas.

Dan, meski mengalami musim dingin ekstrem, desa ini cukup hangat di bulan Juni, Juli, Agustus, bisa mencapai lebih dari 30 derajat Celcius.

Oymyakon berjarak dua hari mengemudi dari Yakutsk, ibukota propinsi yang punya dua bandara, universitas, sekolah-sekolah, sejumlah bioskop dan museum.

9 Fakta Menarik Seputar Sayur Bayam

Sayuran berdaun hijau yang dalam bahasa Persia berarti tangan hijau, merupakan salah satu sayuran terbaik. Sayuaran ini memiliki banyak manfaat kesehatan dan nilai gizi.

Setiap 100 gram bayam terkandung 2,3 gram protein; 3,2 gram karbohidrat; 3 gram besi dan 81 gram kalsium. Bayam juga kaya akan berbagai macam vitamin dan mineral, yakni vitamin A, vitamin C, niasin, thiamin, fosfor, riboflavin, natrium, kalium dan magnesium.


Selain itu, bayam juga mengandung antioksidan esensial dan fitokimia yang membantu melindungi tubuh terhadap berbagai penyakit. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari bayam, seperti dikutip dari healthonlinezine.


1. Melawan Sel Kanker
Vitamin A dan C serta serat, asam folat dan 13 flavonoid dalam bayam sangat bermanfaat dalam memerangi sel kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, kandungan tersebut pada bayam menurunkan risiko kanker sebesar 34% terutama pada kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker kulit dan kanker perut.

2. Sumber Anti-inflamasi

Bayam mengandung sifat alkalinitas yang tinggi sehingga membuat sayur ini pilihan yang sempurna bagi penderita penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

3. Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular

Bayam merupakan sumber folat yang baik, yang dapat mengurangi homosistein, asam amino yang ditemukan dalam darah. Tingginya tingkat homosistein dalam darah menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung. Bayam juga mengandung choline dan inositol, yang membantu mencegah pengerasan pembuluh darah.

4. Menurunkan tekanan darah tinggi

Bayam kaya akan kalium dan rendah sodium. Tingkat mineral yang seimbang ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan tekanan darah tinggi. Selain itu, folat dalam bayam juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan melemaskan pembuluh darah, dengan demikian mempertahankan kelancaran aliran darah.

5. Mencegah Osteoporosis

Secangkir daun bayam segar memenuhi 200% kebutukan nilai harian akan vitamin K. Vitamin ini amat penting dalam pencegahan keropos tulang. Selain itu, mineral lainnya seperti magnesium, seng, tembaga dan fosfor dalam bayam juga membantu penguatan tulang.

6. Mencegah Diabetes

Bayam sangat berguna bagi orang yang menderita diabetes juga. Magnesium ditemukan dalam bayam membantu untuk mencegah komplikasi yang terjadi setelah diabetes. Konsumsi rutin bayam membantu menstabilkan gula darah dan mencegah dari berfluktuasi terlalu banyak.

7. Mencegah Anemia

Bayam adalah sumber zat besi yang diperlukan dalam mencegah anemia. Zat besi membantu meregenerasi atau memperbanyak sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

8. Meningkatkan kualitas penglihatan

Bayam merupakan sumber lutein, karotenoid yang dikenal membantu melindungi mata terhadap katarak. Bayam juga kaya akan vitamin A, yang membuatnya sangat bermanfaat untuk penglihatan.

9. Mengobati Pendarahan Gusi

Campuran bayam dan jus wortel sangat membantu dalam mengobati gusi berdarah yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C dan asupan terlalu banyak gula halus.

Ditemukan, Planet Unik yang Disinari 4 Matahari

Versi nyata dari Tatooine, planet dengan dua matahari dalam Film “Star Wars”, ditemukan. Bahkan lebih luar biasa, planet alien itu diterangi empat Matahari sekaligus. Ini adalah temuan pertama dari jenisnya.
Planet gas raksasa yang sedikit lebih besar dari Neptunus dan setara enam kali besar Bumi mengorbit ke sepasang bintang. Dan menjadi orbit dua bintang lainnya.

Ia berada di lokasi berjarak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi. Diberi nama PH1, terinspirasi situs Planethunters.org yang menfasilitasi penemuannya.
Butuh waktu 138 hari bagi PH1 tersebut mengorbit dua bintang induknya yang memiliki massa sekitar 1,5 dan 0,41 kali dari Matahari. Sesama bintang itu mengitari satu sama lain sekali dalam 20 hari.
Para peneliti memperkirakan temperatur PH1 tersebut berkisar minimal 251 derajat Celcius dan maksimal 340 derajat C. Terlalu panas untuk dinyatakan sebagai zona layak huni.
Adalah dua astronom amatir, Kian Jek asal San Francisco dan Robert Gagliano dari Cottonwood, Arizona yang menemukannya di antara rimba data di situs Planethunters.org. Temuan tersebut lantas dikonfirmasi ilmuwan Amerika Serikat dan Inggris dengan observasi langsung di Keck Observatory.
“Empat bintang di atas sebuah planet menciptakan lingkungan yang rumit. Namun berada dalam orbit yang nampaknya stabil,” kata Dr Chris Lintott, dari University of Oxford, kepada BBC.
“Ini sangat membingungkan. Tapi justu itu yang membuat penemuan ini menjadi sangat menyenangkan. Jauh dari apa yang kami perkirakan.”
Planet yang mengorbit pada dua bintang disebut binary stars, sistem planet dengan bintang kembar yang tak biasa. Hanya segelintir eksoplanet yang ditemukan mengorbit pada dua bintang. Namun, selain PH1, tak pernah ditemukan ada planet yang menjadi orbit dari dua bintang lainnya.
Lantas pertanyaan yang muncul, bagaimana bisa berada dalam orbit yang stabil padahal ia dipengaruhi gravitasi dari empat bintang?
Apalagi, Dr Lintott mengatakan, ada enam planet lain yang juga berada dalam orbit mapan di antara bintang ganda. Dan mereka sangat dekat dengan bintang-bintang tersebut.
“Ini menjelaskan pada kita bahwa planet bisa terbentuk di bagian cakram protoplanet,” kata dia. “Planet-planet itu saling berdekatan dan mampu bertahan dalam orbit yang stabil.”
Didirikan pada tahun 2010, Planethunters.org bertujuan untuk melibatkan banyak orang dalam analisa data yang dikumpulkan teleskop Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet mirip bumi yang mengorbit bintang lain. Pengunjung di situs Planet Hunters memiliki akses ke data yang dipilih secara acak dari salah satu bintang yang dibidik Keppler. Sejak Desember 2010, lebih dari 170.000 orang telah berpartisipasi dalam proyek tersebut.
Sumber : viva.co.id

Inilah Penemuan Teraneh di Jagad Sains 2012

JAKARTA - Ilmu Pengetahuan mungkin tak lepas dari penemuan-penemuan terbaru seperti pengobatan untuk kanker, misi luar angkasa dan masih banyak lagi. Di luar itu, terdapat sejumlah penemuan yang bisa dikatakan aneh.
Berikut sejumlah penemuan aneh yang ditemukan para ilmuan dilansir dari Foxnews :

1. Makhluk hidup tanpa seks 
 Nah, kita semua tahu bahwa seks merupakan salah satu cara untuk bagi makhluk hidup untuk meningkatkan keragaman genetik. Namun anehnya, cacing perempuan yakni bdelloid rotifer tidak melakukan seks selama 80 juta tahun. Hewan tersebut justru memakan jamur serta bakteri dan kemudian menggabungkan beberapa DNA ke dalam kode genetik sendiri.
2. Madu warna-warni
Madu dari sarang lebah di Perancis berubah menjadi berwarna menyerupai cokelat M&Ms. Kok bisa? Ternyata pengolahan biogas dari limbah yang dihasilkan pabrik cokelat lokal, Mars Chocolate Factory, membuat gula proses biogas yang berwarna tersebut dianggap nektar dari bunga, sehingga koloni lebah mengumpulkan gula dan secara otomatis warna madu yang dihasilkan berubah menjadi biru dan hijau yang mencolok. 

3. Ibu dan anak berbaur dalam otak
Penelitian menunjukan bahwa sel-sel janin bermigrasi ke otak wanita kemudian menetap di otak selama beberapa dekade. Para ilmuwan menemukan jejak DNA kromosom seks laki-laki di jenazah perempuan 94 tahun. Sementara para ilmuwan tidak mengerti apa fungsi sel tersebut. Beberapa ilmuwan membuat teori bahwa pembauran sel janin anak dengan otak si ibu memiliki peran dalam penyakit Alzheimer — membuat otak nampak mengerut dan mengecil.

4. Panjang umur tanpa penis 
Sejumlah warga Korea ditemukan tanpa memiliki penis hingga 1894, hal ini ternyata terkait dengan tradisi setempat — mengangkat penis untuk mengamankan poisisi tinggi dalam hirarki istana.Menariknya, bagi mereka yang tidak memiliki penis, memiliki umur yang lebih panjang 20 tahun ketimbang mereka yang memiliki penis. Meskipun hingga kini belum ada hal yang menjelaskan terkait hubungan tersebut namun hormosn seks pria, testosteron dikenal untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan memperburuk kesehatan jantung. 
5. Kecoak digunakan untuk menyelamatkan korban bencana
Kecoak memiliki kelebihan dapat pergi ke medan yang sulit sekalipun. Oleh sebab itu para peneliti berhasil membuat trobosan dengan menyematkan sebuah ransel elektrik dan sensor pada antena kecoak untuk mengendalikan gerakan kecoak. Para peneliti berharap dengan penemuan ini dapat menemukan korban yang tertipa reruntuhan.

6. Jembatan misterius ditemukan
Sebuah jembatan raksasa dengan materi gelap — zat yang sulit dirasakan dengan daya tarik gravitasi ditemukan di antara kluster galaksi masif dan berjarak 2.7 miliar miliar tahun cahaya dari bumi. Temuan ini sekaligus mendukung gagasan mengenai terbentuknya kluster galaksi.

7. Foto bayi dapat mengurangi kejahatan
Apa cara terbaik untuk menekan angka kriminalitas? Ya, memasang foto bayi-bayi kecil. Setidaknya, cara itu telah dilakukan sejumlah pemilik toko di Gravesen, London. Harapannya, ketika para penjahat melihat wajah-wajah bayi menggemaskan tersebut niat untuk mencuri akan sirna.

8.Spesies baru manusia
Para ilmuwan di barat daya China telah menemukan tengkorak aneh berbentuk sebuah spesies manusia yang disebut Red Deer Cave People yang diperkitakan hidup di akhir zaman es, sekira 11. 000 tahun yang lalu.Dalam temuannya, kerangka tersebut berbentuk aneh dengan rahang dan tulang pipi yang menonjol. Kemudian ukuran otak tengkorak tersebut sama seperti nenk moyang manusia dari ratusan ribu tahun yang lalu.

Tahukah Kamu, Semut Bisa Mendeteksi Gempa?

       Secanggih apapun peralatan siaga bencana, belum ada yang bisa mendeteksi terjadinya gempa bumi. Gempa baru diketahui ketika getarannya sudah terasa. Rupanya, kita masih kalah dengan semut merah. Hewan sekecil itu saja bisa mendeteksi gempa.
     Sebuah penelitian di Jerman yang dikepalai Gabriele Berberich dari University Duisburg-Essen, Jerman, menemukan perubahan perilaku semut ketika gempa bumi akan terjadi. Para peneliti tersebut mengamati perilaku semut merah hutan (red wood ant).
         Gelagat bakal terjadinya gempa bisa diketahui dari “kegelisahan” para semut ini, terlihat dari dilanggarnya pola hidup diurnal (aktif di siang hari untuk mengumpulkan makanan dan beraktivitas, kemudian istirahat di malam hari). Namun, ketika gempa akan terjadi, koloni semut merah ini akan terus terjaga sepanjang malam di luar sarang mereka sekalipun situasi ini membuat mereka rentan diserang pemangsa. Saat gempa usai, perilaku normal akan kembali meskipun tak serta-merta. Dalam penelitian itu, perilaku semut merah terpantau normal sehari setelah gempa berlalu.

Rekaman tiga tahun
 
Gabriele Berberich dan tim penelitinya mengamati perilaku semut merah di habitat aslinya di hutan. Penelitian dilakukan selama tiga tahun pada 2009-2012. Selama periode penelitian, perilaku semut merah direkam dalam video, 24 jam sehari.
Dalam rentang waktu penelitian, tercatat ada 10 kali gempa dengan kekuatan berkisar 2-3,2 skala Richter (SR). Dari peristiwa inilah, para peneliti menemukan perubahan perilaku setiap kali gempa bakal terjadi, yang itu pun hanya terjadi untuk gempa dengan kekuatan melebihi 2 SR. Gempa 2 SR juga merupakan kekuatan getaran terkecil yang bisa dirasakan manusia.

Tumpukan sarang semut merah (red wood ant) seperti ini banyak terdapat dalam hutan di negara-negara 4 musim. Saat menjelaskan hasil kajiannya di pertemuan tahunan European Geosciences Union di Vienna, Austria, Berberich menjelaskan perubahan perilaku semut sebelum gempa bumi diduga ada kaitannya dengan reseptor yang mereka miliki. Perubahan perilaku ini juga dikaitkan dengan berubahnya emisi gas atau medan magnet bumi yang terjadi di habitat semut ketika gempa terjadi.
Berberich mengatakan, semut merah hutan memiliki dua reseptor. Keduanya ialah reseptor kimi (chemoreceptor) untuk mendeteksi kadar karbon dioksida dan reseptor magnet (magnetoreceptor) untuk “memantau” medan elektromagnet.
“(Namun) kami belum yakin mengapa atau bagaimana mereka bereaksi pada rangsangan atau stimulus yang muncul,” ujar Berberich sebagaimana dikutip OurAmazingPlanet. Karena itu, dia dan tim penelitinya berencana memperdalam kajian ini di wilayah dengan aktivitas kegempaan lebih tinggi untuk melihat reaksi semut-semut merah terhadap gempa yang lebih besar.

Kakadu Plum


Kakadu plum. Pernah dengar nama ini? Nama ilmiahnya lumayan indah : Terminalia ferdinandiana. Kemungkinan besar ia masih asing bagi kebanyakan kita. Buah ini adalah pemegang rekor tertinggi untuk kandungan vitamin C. Setiap 100 gram buah ini (100 gram kira-kira seukuran separuh
jeruk kupas) mengandung 5000 mg vitamin C, atau setara dengan 5 butir Redoxon!
Alkisah, buah ini sudah dikenal sejak jaman prasejarah sebagai buah yang hebat yang dapat menyembuhkan beragam penyakit. Terkesan dengan cerita ini Dr George Kowalski menghabiskan waktu sekitar 10 tahun dengan helikopter untuk menyusuri  jejak tanaman ini di seluruh wilayah Australia.
Hasilnya, kakadu plum berhasil dipelajari dengan baik dan sekarang menjadi salah satu super food paling spektakuler di dunia. Tidak cuma vitamin C, kakadu plum juga mengandung antioksidan, bermacam vitamin lain, serat, dan asam lemak omega 3.
Dan saya amat sangat yakin, yang semacam kakadu plum ini, ada di Indonesia. Itulah sebabnya, saya kira, mengapa salah satu kompetensi dasar dari pembelajaran sains di SD kelas 2 adalah :
“mengenal bagian-bagian utama hewan dan tumbuhan DI SEKITAR RUMAH DAN SEKOLAH  melalui pengamatan”.
Jika kita ingin membangun sebuah bangsa yang inventif dan inovatif, maka cara berpikir ilmiah perlu dibangun sejak pendidikan dasar. Salah satu keterampilan ilmiah yang perlu dimiliki adalah mengamati. Dan yang paling utama untuk diamati adalah yang ada di sekitar anak-anak. Maka seyogyanyalah obyek pembelajaran sains di masing-masing daerah BERBEDA satu sama lain, meskipun topiknya sama.
Ambil contoh lagi, pembelajaran tentang tumbuhan yang menguntungkan. Apakah anak-anak yang tinggal di Jakarta tahu, bahwa pada suatu masa dulu (mungkin juga masih tersisa sekarang) cairan kembang teleng yang berwarna biru digunakan sebagai obat tetes mata bayi yang bermanfaat untuk membersihkan mata dari kotoran dan membuatnya jernih. Apakah kembang teleng ini diperkenalkan kepada anak-anak SMA kita sebagai indikator asam dan basa alami? Atau akan seterusnya kita selalu mencontohkan red cabbage (kol merah/kol ungu) sebagai indikator alami? Apakah kembang teleng tanaman asli Indonesia. Coba kita lihat nama latinnya : Clitoria ternatea
Apakah anak-anak di wilayah Jawa masih mengenal buah duwet (ada yang menyebutnya juwet) atau anggur jawa yang berwarna ungu tua, masam dan sepet? Atau mereka malah lebih mengenal anggur beneran yang aslinya adalah tanaman subtropis?
Apakah anak-anak di pulau Bintan masih mengenal buah kemunting atau buah letup-letup? apakah buah-buah ini pernah dibawa ke dalam kelas sebagai objek pembelajaran sains? Atau mereka lebih akrab dengan buah apel washington yang diimpor lewat Singapura?
Apakah anak-anak Sumatera Barat tahu bahwa tanaman khas propinsi mereka adalah Kayu Manis, dan apakah anak-anak Kalimantan Selatan tahu bahwa tanaman khas propinsi mereka adalah saga hutan (Adenanthera pavonina)? Apakah kayu manis atau saga pernah dibawa keruang kelas?
Di tingkat yang lebih tinggi, apakah mbok jamu pernah diundang ke sekolah (SMA) atau perguruan tinggi untuk bercerita tentang khasiat dari jamu-jamu itu serta memperkenalkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan jamu gendong?
Keberagaman Indonesia adalah sebuah kekayaan. Akan tetapi, kita menyeragamkannya lewat buku-buku sains. Semua anak, dari sabang sampai merauke diperkenalkan kepada tanaman dan hewan yang sama. Semua anak di Indonesia melihat gambar kuda pada buku sains mereka.

Spesies Baru Katak (Amfibi)

Para ilmuwan menemukan spesies baru katak berparuh (jenis Rhinella) ketika sedang dalam ekspedisi amfibi di Kolombia. Pewarnaan katak tersebut mengkamuflasekannya di atas daun di dasar hutan tersebut di mana hewan itu bertelur dan menetas langsung menjadi anakan katak tanpa tahap berudu.

Kabar baik dalam dunia kodok dan katak akhirnya datang setelah para ilmuwan dalam sebuah ekspedisi amfibi di hutan hujan Kolombia menemukan 3 spesies baru termasuk katak berparuh kecil. Katak kecil tersebut yang panjangnya berukuran 2 cm atau lebih kurang, merupakan anggota jenis Rhinella yang merupakan kerabat dekat dari katak raksasa cane yang bisa tumbuh hingga ukuran 28 cm. Pewarnaan yang tidak terang dari katak berparuh yang baru teridentifikasi ini mungkin mengkamuflasekannya di dasar hutan tempat hewan tersebut meletakkan telur-telurnya. Anehnya, katak berparuh tersebut nampaknya melompati tahap berudu dan langsung menetas menjadi anakan katak, menurut laporan para ilmuwan dari Conservation International, IUCN Amphibian Specialist Group, Global Wildlife Conservation, dan Fundación ProAves. Demikian seperti yang dilansir oleh Science News (19/11/10).

Sebuah spesias baru katak roket sejenis katak panah yang termasuk dalam jenis Silverstonei juga teridentifikasi untuk pertama kalinya. Para peneliti hanya bisa melaporkan bahwa katak tersebut memiliki mata merah dan hidup di hutan hujan dataran tinggi Chocó montane.

Penemuan tersebut merupakan kejutan menyenangkan karena berita tentang amfibi agak suram belakangan ini: Populasi katak dan kodok secara global menurun yang disebabkan oleh infeksi jamur, polusi serta ancaman lainnya. Namun tujuan utama ekspedisi tersebut ialah untuk menemukan katak berparuh Mesopotamia yang merupakan mahluk yang sudah lama sekali tak terlihat sehingga para ilmuwan khawatir jangan-jangan tak ada lagi yang tersisa. Sekalipun demikian, katak berparuh tersebut harus terlihat.

Jumat, 10 Mei 2013

Fungsi dan Nilai Terumbu Karang


Ekosistem terumbu karang merupakan gudang persediaan makanaan dan bahan obat obatan bagi manusia masa kini maupun dimasa mendatang .selain itu keindahan ya juga menjadi daya tarik yang bias menjadi  sumber devisa bagi Negara melalui kegiatan pariwisata.

Seperti dikutip dalam COREMAP ( coral ree rehabilitation and management progam) ekosistem terumbu karang adalah tempat tinggal bagi ribuan bintang dan tumbuhan yang banyak diantarnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Berbagai jenis binatang mencari makan dab berlindung di ekosistem ini.berjuta penduduk Indonesia bergantung sepenuhnya pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian.
       Jumlah produksi ikan ,kerangdan kepiting dari ekosisitem terumbu karang secara lestari di seluruh dunia dapat mencapai 9 juta ton atau ssedikitnya 12% dari jumlah tangkapan perikanan dunia. Sumber perikanan yang di topang oleh ekosistem terumbu karang memiliki arti penting bagi msyarakat setempat yang pada umumnya masih memakai alat tradisional.
        Selain ekonominya ,ekosisitem terumbu karang juga merupakan laboratorium alam yang sangat unik utuk bebagai penelitian yang dapat mengungkapakan penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia .
       Beberapa jenis  spongs misalnya merupakan binatang yang antara lain terdapat di ekosistem terumbu karang yang berpotensi mengandung bahan bioaktif yang dapat dijadikan bahan obat obataan anatar lain untuk penyembuhan penyakit kanker.

Selain itu binatang tertentu yang mengandung kalsium karbonat telah di pergunakan untuk pengobatan tulang rapuh .fungsi lain dari ekositem teumbu karang yang hidup dekat denagn panati ialah memberikan perlindunagan bagi berbagai propeti yang ada di kawasan pesisir dari ancaman pengikisan .
maka dari itulah kita haru melestarikan terumbu karang untuk anak cucu kita nanti. 


Rabu, 08 Mei 2013

Prosedur In Vitro Fertilization Mempengaruhi Berat Lahir Bayi

          Cara embrio disiapkan selama prosedur in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung dapat mempengaruhi ukuran bayi yang lahir. Embrio yang menghabiskan waktu lebih lama tumbuh di kultur (sekitar lima sampai enam hari) sebelum dipindahkan ke rahim ibu lebih mungkin untuk dilahirkan lebih berat dari normal.

          Di sisi lain, embrio yang menghabiskan waktu lebih singkat dalam kultur (dua sampai tiga hari), cenderung memiliki berat lebih ringan ketika lahir.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bayi yang lahir dari prosedur IVF memiliki resiko lebih besar lahir prematur dan berat badan rendah.
Faktor yang berhubungan dengan kehamilan atau teknik IVF diduga bertanggung jawab untuk kondisi tersebut. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memahami efek dari waktu embrio di kultur dengan berat bayi saat dilahirkan. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi penemuan tersebut. Dalam usaha tersebut, peneliti di University of Helsinki menganalisis informasi dari 1.079 bayi tunggal (tidak kembar) yang lahir setelah ibu mereka menjalani IVF. Dalam prosedur IVF, sel telur dibuahi di laboratorium dan dibiarkan tumbuh dalam kultur selama satu hingga enam hari sebelum dipindahkan ke rahim ibu.

Transistor Biologi, Komputer dengan Sel Hidup

Ketika Charles Babbage menciptakan protorip mesin komputasi pertama di abad ke-19, ia membayangkan menggunakan gigi mekanik dan kait untuk mengontrol informasi. ENIAC, komputer modern pertama dikembangkan pada 1940-an, menggunakan tabung vakum dan listrik. Saat ini, komputer menggunakan transistor terbuat dari bahan semikonduktor sangat direkayasa untuk melaksanakan operasi logis mereka.

Dan sekarang tim bioengineers Stanford University telah mengambil komputasi luar mekanik dan elektronik ke alam hidup biologi. Dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan
Jurnal Science, disebut adanya transistor biologis yang dibuat dari bahan genetik – DNA dan RNA – di elektron. Tim peneliti ini menyebut transistor biologis tersebut sebagai “transkriptor.”
“Transkiptors merupakan komponen kunci di balik logika genetik – mirip dengan transistor dan elektronik,” kata Bonnet Jerome, PhD, seorang sarjana postdoktoral bioteknologi dan penulis utama makalah ilmiah tersebut.
Penciptaan transkriptor memungkinkan insinyur untuk menghitung sel hidup dan merekam. Misalnya, ketika sel-sel telah terkena rangsangan eksternal tertentu atau faktor lingkungan. Atau bahkan untuk menghidupkan dan mematikan sel reproduksi yang diperlukan.
“Komputer biologis dapat digunakan untuk mempelajari dan memprogram ulang sistem kehidupan, lingkungan monitor dan meningkatkan terapi selular,” kata Drew Endy, PhD, asisten profesor bioteknologi yang terlibat dalam penelitian itu.
Dalam elektronik, transistor mengontrol aliran elektron di sepanjang sirkuit. Demikian pula di biologis, transkriptor yang mengontrol aliran protein spesifik, RNA polimerase, di sepanjang untai DNA.
Dengan menggunakan transkriptors, tim telah menciptakan apa yang dikenal di bidang teknik listrik sebagai gerbang logika yang dapat memperoleh jawaban untuk hampir semua pertanyaan biokimia yang mungkin ditimbulkan dalam sel.
Untuk membuat transcriptors dan gerbang logika, tim ilmuwan ini menggunakan kombinasi hati-hati  yang dikalibrasi dengan enzim, yang mengontrol aliran polimerase RNA di sepanjang untai DNA. Jika ini disetarakan dengan bidang elektronik, maka DNA adalah kawat dan RNA polimerase adalah elektron.
Di sisi teknis, transkriptor tersebut mencapai kesamaan utama antara transistor biologis dan sepupu dari semikonduktor, yakni amplifikasi sinyal. Dengan transkriptors, perubahan yang sangat kecil dalam ekspresi integrase yang dapat membuat perubahan yang sangat besar dalam ekspresi dari dua gen lainnya.
Sumber: Sciencedaily