Rabu, 08 Mei 2013

Prosedur In Vitro Fertilization Mempengaruhi Berat Lahir Bayi

          Cara embrio disiapkan selama prosedur in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung dapat mempengaruhi ukuran bayi yang lahir. Embrio yang menghabiskan waktu lebih lama tumbuh di kultur (sekitar lima sampai enam hari) sebelum dipindahkan ke rahim ibu lebih mungkin untuk dilahirkan lebih berat dari normal.

          Di sisi lain, embrio yang menghabiskan waktu lebih singkat dalam kultur (dua sampai tiga hari), cenderung memiliki berat lebih ringan ketika lahir.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bayi yang lahir dari prosedur IVF memiliki resiko lebih besar lahir prematur dan berat badan rendah.
Faktor yang berhubungan dengan kehamilan atau teknik IVF diduga bertanggung jawab untuk kondisi tersebut. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memahami efek dari waktu embrio di kultur dengan berat bayi saat dilahirkan. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi penemuan tersebut. Dalam usaha tersebut, peneliti di University of Helsinki menganalisis informasi dari 1.079 bayi tunggal (tidak kembar) yang lahir setelah ibu mereka menjalani IVF. Dalam prosedur IVF, sel telur dibuahi di laboratorium dan dibiarkan tumbuh dalam kultur selama satu hingga enam hari sebelum dipindahkan ke rahim ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar